Senin, 31 Oktober 2011

PERTUMBUHAN INDIVIDU

A. PENGERTIAN INDIVIDU
Individu berasal dari kata Latin yaitu “Individuum” artinya “Yang tak terbagi“. Dalam ilmu sosial, individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa, yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.
Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Dengan demikian sering digunakan sebutan “Orang-seorang” atau “manusia perseorangan”. Sifat dan Fungsi orang-orang disekitar kita adalah makhluk-makhluk yang agak berdiri sendiri, dalam pelbagai hal bersama-sama satu sama lain, tetapi dalam banyak hal banyak pula perbedaannya. sejenis namun tak sama.
Timbulnya diferensiasi bukan hanya pembawaan, tetapi melalui kaitan dengan dunia yang telah mempunyai sejarah dengan peradabannya. Hal ini memberikan keuntungan rohani bagi individu seperti bahasa, agama, adat istiadat dan kebiasaan. dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia dengan segala maknanya merupakan suatu keutuhan ciptaan Tuhan yang mempunyai tiga aspek melekat pada dirinya, yaitu:
- Aspek Organik Jasmaniah,
- Aspek Psikis Rohaniah,
- Aspek Sosial Kebersamaan
Ketiga aspek tersebut mempengaruhi , kegoncangan pada satu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya.
B. PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju arah yang lebih maju dan lebih dewasa. Perubahan ini pada lazimnya disebut dengan istilah proses. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi.Bagian-bagian yang terikat satu sama lain menjadi keseluruhan oleh asosiasi.
Pengertian proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang. Dalam Diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan, Sedang bagian -bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan dalam hubungan fungsional.
C.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
Dalam membahas pertumbuhan , ada bermacam-macam aliran, namun pada garis besarnya dapat digolongkan pada 4 bagian, yaitu :
1) Pendirian Nativistik
Menurut para ahli, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor sejak lahir. Para ahli dari golongan ini menunjukkan berbagai kesempatan atau kemiripan orang tua dengan anaknya.
2) Pendirian Empiristik dan Enviromentalistik
Pendirian ini berlawanan dengan nativistik. Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan individu tergantung pada lingkungan. Pendirian seperti ini biasa disebut Pendirian yang Enviromentalistik. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendirian ini pada hakikatnya adalah kelanjutan dari paham emperisme. Apabila konsepsi ini dapat tahan uji atau benar, akan dihasilkan manusia-manusia ideal asalkan dapat disediakan kondisi yang dibutuhkan untuk usaha itu.
Menurut faham ini, didalam pertumbuhan individu itu baik dasar maupun lingkungan kedua-duanya memegang peranan penting. Bakat atau dasar sebagai kemungkinan ada pada masing-masing individu namun bakat dan dasar yang dipunyai itu perlu diserasikan dengan lingkungan yang dapat tumbuh dengan baik. Disamping harus adanya dasar, juga perlu dipertimbangkan kematangan.
3)Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih lanjut konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis.
4)Tahap pertumbuhan Individu berdasarkan Psikologi
Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan yang melalui beberapa fase berikut :
a. Masa Vital yaitu dari 0 sampai kira-kira 2 tahun
b. Masa Estetik yaitu dari umur 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
c. Masa Intelektual dari kira-kira usia 7 tahun sampai 14 tahun.
d. Masa Sosial yaitu kira-kira usia 14 tahun sampai 21 tahun.
a. Masa Vital
Pada masa ini, individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Menurut Frued tahun pertana dalam kehidupan individu itu sebagai masa oral, karena mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan ketidaknikmatan.
b. Masa Estetik
Masa ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. Estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindera.
Adapun alasan anak berbuat kenakalan pada usia-usia ini, yaitu: Karena pertumbuhan bahasanya, pada masa ini apa yang kita sebut dengan menghendaki dan kehendak yang dimiliki tidak dapat ditahan-tahan; akan tetapi, kalau dia telah memperolehnya maka dia tidak lagi memperdulikan dan menghendaki benda yang lain dan seterusnya.
c. Masa Intelektual (Masa Keserasian Bersekolah)
Setelah anak melewati masa keguncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif. Sehingga menjadi lebih matang untuk dididik dari pada masa sebelumnya dan sesudahnya.
Ada beberapa sifat khas pada anak-anak pada masa ini, antara lain :
- Adanya korelasi positif
- Sikap tunduk pada peraturan-peraturan
- Adanya kecenderungan menguji diri sendiri
- Kecenderungan mengabaikan hal yang tidak penting
- Senang membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain
- Adanya minat hidup hemat
- Amat Realistik
- Gemar membentuk kelompok sebaya
d.Masa Remaja
Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian masyarakat karena mempunyai sifat-sifat khas dan yang menentukan dalam masyarakatnya.
1. Masa Pra Remaja
Istilah pra remaja ini hanya untuk menunjukkan satu masa yang mengikuti masa pueral yang berlangsung secara singkat. Pada masa ini terdapat beberapa gejala yang dianggap sebagai gejala negatif, misalnya tidak tenang, kurang suka bekerja. kurang suka bergerak,dsb. Terjadinya gejala negatif itu pada umumnya berpangkal pada biologis, yaitu mulai bekerjanya kelenjar-kelenjar kelamin yang dapat membawa perubahan cepat dalam diri si remaja.
2. Masa Remaja
Sebagai gejala pada masa ini adalah merindu puja. Proses terbentuknya pendirian hidup atau cita-cita hidup itu dapat dipandang sebagai penemuan nilai-nilai hidup didalam eksplorasi si remaja. Proses penemuan nilai hidup dilewati 3 langkah,yaitu :
- Karena tiadanya pedoman hingga mereka merindukan sesuatu yang dapat dianggap bernilai, pantas hidupnya
- Objek pemujaan itu telah menjadi lebih jelas, yaitu pribadi-pribadi yang di pandangnya mendukung nilai-nilai tertentu.
- Para remaja lebih dapat menghargai nilai-nilai lepas dari pendukungnya, nilai dapat ditangkap dan difahaminya sebagai sesuatu yg abstrak




Fungsi Keluarga
  1. A. Pengertian Fungsi Keluarga
Keluarga adalah suatu organisasi nonformal yang di pimpin oleh seorang ayah sebagai kepala keluarga. Keluarga memiliki peran yang sangat vital bagi pertumbuhan seorang individu dimana keluarga adalah lingkungan yang pertama membesarkan seorang individu dari kecil hingga tumbuh besar dan di sana pula seorang individu mendapat pelajaran tentang kehidupan dan dasar  perilaku serta sifatnya, keluarga pula biasanya memiliki peran sebagai tempat untuk berbagi dan bercerita, yang menjadikan seorang individu betah dan nyaman di dalamnya.
Keluarga yang baik adalah keluarga yang mampu mendidik serta membuat suatu individu (dalam hal ini anak dalam keluarga tersebut) agar memiliki perilaku  serta budi pekerti yang baik dan santun. Banyak diantara anak-anak jalanan dan individu-individu yang di katagorikan anak-anak yang mengalami salah pergaulan di masyarakat di latar belakangi oleh kurangnya perhatian yang di berikan oleh orang tua mereka atau karna keluarga mereka mengalami ketidak cocokan antar orang tuanya yaitu ayah dan ibunya atau yang lebih di kenal dengan istilah “broken home”.
Oleh karna itu peran keluarga sangatlah vital bagi suatu individu karna di dalam keluarga lah seorang inidividu akan merasa berarti dan di hargai  di dalamnya.
. Macam-macam Fungsi Keluarga
Macam-macam fungsi keluarga di bagi menjadi 5 fungsi yaitu :
  1. Fungsi Biologis
  2. Fungsi Pemeliharan
  3. Fungsi Ekonomi
  4. Fungsi Keagamaan
  5. Fungsi Sosial

 Hubungan individu dan masyarakat

Secara umum :

Hubungan antara individu dan masyarakat telah.banyak disoroti oleh para ahli baik para filsuf maupun para ilmuan sosial. Berbagai pandangan itu pada dasarnya dapat dikelompokkan kedalam tiga pendapat yaitu pendapat yang menyatakan bahwa :

1. Masyarakat yang menentukan individu
2. Individu yang menentuk masyarakat
3. Individu dan masyarakat saling menentukan.

Pandangan yang pertama terhadap hubungan antara masyarakat dan individu didasarkan bahwa masyarakat itu mempunyai suatu realitas tersendiri. Masyarakat yang penting dan Individu itu hidup untuk masyarakat. Pandangan ini berakar pada realisme yaitu suatu aliran filsafat yang mengatakan bahwa konsep-konsep umum seperti manusia binatang, pohon, keadaan, keindahan dan sebagainya itu mewakili realita luar diri yang memikirkan mereka. Jadi di luar manusia yang sedang berpikir ada suatu realitas tertentu yang bersifat umum. Oleh karena itu berlaku secara umum dan tidak terikat oleh yang satu persatu. Jika mengatakan manusia itu makhluk jasmani dan rohani, maka kita membicarakan setiap manusia terlepas dan manusia yang manapun dan di manapun. Konsekuensi dari pendapat itu maka masyarakat itu merupakan suatu realitas. Masyarakat memiliki realitas tersendiri dan tidak terikat oleh unsur yang lain dan yang berlaku umum. Masyarakat yang dipindahkan oleh seseorang itu berada di luar orang yang berpikir tentang masyarakat itu sendiri. Sebelum individu ada masyarakat yang dipikirkan itu telah ada. Oleh karena itu masyarakat itu tidak terikat pada individu yang memikirkannya.

Secara Keseluruhan :

Masyarakat dilihat suatu kesatuan di mana dalam bentuk dan arahnya tidak tergantung pada inisiatif bebas anggotanya, melainkan pada proses spontan otomatis perkembangan akal budi manusia. Akal budi dan cara orang berpikir berkembang dengan sendirinya. Prosesnya berlangsung secara bertahap, merupakan proses alam yang tak terelakkan dan tak terhentikan. Perkembangan ini dikuasal Oleh hukum universal yang berlaku bagi semua orang di manapun dan kapanpun Dan pandangan Comte in dapat diketahui bahwa umat manusia itu dipandang sebagai suatu keseluruhan, individu merupakan bagian-bagian yang hidup untuk kepentingan keseluruhan.

Pandangan organisme terhadap hubungan antara individu dan masyarakat. Organisme suatu aliran yang berpendapat bahwa masyarakat itu berevolusi atau berkembang berdasarkan suatu pninsip intrinsik di dalani dirinya sama seperti halnya dengan tiap-tiap organisme atau makhluk hidup. Prinsip perkembangan ini berperan dengan lepas bebas dari kesadaran dan kemauan anggota masyarakat.

Secara Konsep Organisme :


Pandangan hubungan antara individu dan masyarakat sesuai dengan konsep organisme muncul dari Herbart Spencer (1985) diringkas oleh Margaret H Poloma (1979) sebagai berikut:

1. Masyarakat maupun organisme hidup sama-sama mengalami pertumbuhan.

2. Disebabkan oleh pertambahan dalam ukurannya, maka struktur tubuh sosial (social body) maupun tubuh organisme hidup (living body) itu mengalami pertambahan pula, dimana semakin besar suatu struktur sosial maka semakin banyak pula bagian-bagiannya, seperti halnya dengan sistem biologis yang menjadi semakin kompleks sementara ia tumbuh menjadi semakin besar Binatang yang lebih kecil, misalnya cacing tanah, hanya sedikit memiliki bagian-bagian yang dapat dibedakan bila dibanding dengan makhluk yang lebih sempurna, misalnya manusia.

3. Tiap bagian yang tumbuh di dalam tubuh organissme biologis maupun organisme sosial memiliki fungsi dan tujuan tertentu: “mereka tumbuh menjadi organ yang berbeda dengan tugas yang berbeda pula”. Pada manusia, hati memiliki struktur dan fungsi yang berbeda dengan paru-paru; demikian juga dengan keluarga sebagai struktur institusional memiliki tujuan yang berbeda dengan sistem politik atau alconomi.

4. Baik di dalam sistem organisme maupun sistem sosial, perubahan pada suatu bagian akan mengakibatkan perubahan pada bagian lain dan pada akhirnya di dalam sistem secara keseluruhan. Perubahan sistem politik dari suatu pemerintahan demokratis ke suatu pemerintahan totaliter akan mempengaruhi keluarga, pendidikan, agama dan sebagainya. Bagian-bagian itu saling berkaitan satu sama lain.

5. Bagian-bagian tersebut, walau saling berkaitan, merupakan suatu struktur-mikro yang dapat dipelajari secara terpisah. Demikianlah maka sistem peredaran atau sistem pembuangan merupakan pusat perhatian para spesialis biologi dan media, seperti halnya sistem politik atau sistern ekonomi merupakan sasaran pengkajian para ahli politik dan ekonomi.

Dari uraian tersebut di atas dapat diketahui bahwa menurut Spencer masyarakat dipandang sebagai organisme hidup yang alamiah dan deterministis (bebas). Semua gejala sosial diterangkan berdasarkan hukum alam. Hukum yang mengatur pertumbuhan fisik tubuh manusla juga mcngatur pertumbuhan sosial. Manusia sebagai individu tidak bebas dalam menentukan arah pertumbuhan masyarakat. Manusia sebagai individu justru ditentukan oleh masyarakat dalam pertumbuhannya. Masyarakat berdiri sendiri dan berkembang bebas dari kemauan dan tanggung ja anggotanya di bawah kuasa hukum alam

Urbanisasi


Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk, Bedanya Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
  1. Kehidupan kota yang lebih modern
  2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
  3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
  4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
  1. Lahan pertanian semakin sempit
  2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
  4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
  5. Diusir dari desa asal
  6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
  1. Memoderenisasikan warga desa
  2. Menambah pengetahuan warga desa
  3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
  4. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar